Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita

Bibit, Bebet, Bobot

Gambar
  S ore ini cuaca Nampak mendung. Gerimis kecil mulai turun. Meningkatkan melatonin dalam tubuh meski tak sebanyak ketika hujan deras yang bertandang. Dari luar terdengar perbincangan beberapa orang. Walaupun tak jelas siapa yang sedang menjadi topik pembicaraan. Sepertinya obrolan disana membawa beberapa percik emosi dari nada yang terdengar. Serupa kilat kecil yang nyaris menyambar pucuk pohon. “dek, pilih pasangan yang bener-bener. Kenali bibit, bebet, bobotnya. Jangan Cuma pelajari personalnya. Budaya keluarganya juga” “ha? Kenapa?” Rupanya potongan podcast yang terdengar beberapa jam yang lalu bertemakan rumah tangga. Panjang kali lebar dan kali tinggi. Semua yang dibicarakan, diceritakan ulang oleh ia si sulung padaku. Entah dengan bumbu tambahan atau rasa original. Namun aku mulai membaca kekhawatirannya disana. Ia ceritakan bagaimana perjalanannya dahulu sebelum memutuskan naik pelaminan. Tentang cara ia mempelajari kebiasaan keluarga calonnya dan segala nilai h...

Tak Apa-Apa

Gambar
          A da banyak cara Tuhan mengabulkan doa hamba-Nya.  Barangkali salah satu jawaban dari doa itu adalah saat Dia menggagalkan rencana yang telah lama tersusun. Bahkan jauh sebelum waktu kepastinya ada. Dan yang dibayangkan akhirnya tinggalah bayangan. Ketika ia dengan gagahnya mengenakan toga.           21 September 2024, di Yogyakarta sidang terbuka itu berlangsung. Momen dalam hidupnya yang tak bisa aku hadiri untuk "kesekian kalinya". Rencana yang selalu aku bawa dalam doa-doa, nyatanya hanya angan saja. Berharap Tuhan meng-iyakan. Tapi Dia punya maksud baikNya untukku. Sedih, kecewa, dan marah. Begitulah ketika belum memahami nilai dibaliknya. Sampailah pada satu kesempatan aku memahami maksudnya.           Tidakkah akan memilukan bila hari itu aku datang menemuinya di Graha Jendral Sudirman. Sepi barangkali yang hadir diantara mereka yang gempa gempita. Mungkin keramaian itu hany...

Menuju Dua Puluh Tujuh

Gambar
P ergantian tahun tinggal menghitung jam. Dalam kedipan mata 2024 tertanggal dari kalender. 2025 telah menyiapkan diri untuk mengisi posisi pendahulunya.  Ada yang datang, ada juga yang pergi.          Tahun ini tersemat 26 tahun sudah usiaku. Hitungan jam saja masa 26 itu mulai memudar. Tahun 2025 menyeretku pada kenyataan bahwa usiaku mulai serius. Tepatnya 27 tahun pada juli nanti. Sesungguhnya tak ada yang istimewa dengan angka 27. Sama seperti usia-usia 20-an lainnya tapi entah kenapa ada rasa yang tak bisa dijelaskan. Tak bisa diutarakan dengan gamblang.           Pada satu film berjudul "3 Hari Untuk Selamanya" ada cuplikan yang cukup mengena. Kalimat itu diucapkan oleh Nicholas Saputra yang berperan sebagai Yusuf,  “Pas lo umur 27, lo akan mengambil sebuah keputusan penting yang akan mengubah hidup lo” , kalimat itu diulang sebanyak tiga kali oleh Yusuf.            Menurutn...

Penyangga

Gambar
  Masih ingatkah pelajaran kimia SMA tentang buffer?  Buffer atau larutan penyangga adalah larutan kimia yang mampu mempertahankan kestabilan pH meskipun ditambahkan larutan asam atau basa kedalamnya maupun dilakukan pengenceran.       Bukan hanya larutan kimia yang membutuhkan penyangga, manusia juga. Dalam kondisi belum stabil penyangga dapat menegakkan objek; manusia membutuhkan penyangga berupa dukungan, baik moral ataupun materil. Semangat yang dapat menggerakkan nyali dan materi sebagai alat penebus keperluan. Apa jadinya bila dua insan anak manusia yang sama-sama berjuang mewujudkan cita-cita berjalan bersama dalam sampan kecil asmara?. Seberdarah apa satu sama lain mengorbankan apa yang bisa dikorbankan?.       Barangkali Serumit itulah jalan yang kami tempuh. Seumuran dan sama-sama berangkat dari nol. Memulai pertemuan tiga tahun yang lalu, saat sama-sama menempuh tingkat akhir perkuliahan. Menjadikan skripsi  dan magang...

Dia Dalam Ingatan

Gambar
Siang itu koridor depan kelas ku begitu ramai, hiruk pikuk siswa berlalu lalang melewatinya, wajar saja banyak siswa yang sibuk menyelesaikan tugas dari guru maupun menyelesaikan administrasi sekolah. Siang yang cukup panas membuat banyak anak memilih untuk berada diluar kelas. Bulan ramadhan yang akan segera berakhir membuat kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif. Sebab, hawa lebaran mulai merasuki setiap insan. Aku yang sedari tadi berdiri di depan pintu hanya diam dan memperhatikan langkah kaki dari mereka, dari terburu-buru hingga mereka yang dengan santainya berjalan tanpa beban. Hingga suatu keanehan tampak dari ujung koridor. Seorang dengan tubuh besar berjalan menuju arahku, sambil membawa kardus besar langkahnya nampak begitu lebar, semakin dekat dan dekat ternyata ia sangat tinggi. “Pak ini sisa kue di kelas saya, gak laku” , katanya pada guru yang sedang berjaga di ruang piket. Tubuhnya yang besar membuat orang-orang disekitarnya terlihat kecil, tak terkecuali ...

Kembali Pulang

Gambar
  B ogor, 6 April 2023 Temaram mulai menghiasi langit Dramaga. Gerimis kecil masih setia membasuh debu-debu jalanan sembari menyejukkan setiap jiwa-jiwa yang lelah. Adzan magrib masih menjadi primadona bulan ini. Semua kudapan yang telah siap hanya akan jadi sia-sia bila adzan belum berkumandang. Tak terasa ramadhan tahun ini telah memasuki hari ke-15, itu artinya separuh bulan suci telah kulewati di kota ini (lagi). Rencana mudik yang maju mundur akhirnya terealisasi, walaupun diwarnai banyak drama. Rencana demi mendapatkan harga tiket dibawah lonjakan tarif mudik pun terbersit dipikiranku. Tujuan mudik yang seharusnya Bogor-Tulungagung kini harus diubah menjadi Bogor-Yogyakarta. Selisih harga tiket yang mencolok menjadi faktor utama pengubahan jalur tersebut. Semua skenario tersebut tak akan terwujud tanpa campur tangannya. Dia yang serupa dengan seorang pertapa yang keluar dari persembunyiannya. Semua dimulai pada 20 September 2022. Musim semi yang seharusnya diisi mekarny...

Jakarta Hari Ini: Dalam Sepiring Pecel Lele 2

Gambar
  J akarta, 26 Januari 2023      Gerimis kecil mulai merundung Dramaga di pagi buta. Aku telah bergegas bersiap menuju stasiun. Angkot melaju membelah jalanan Dramaga yang hari itu sedang malas untuk bermacet ria namun sialnya sampai di terminal, bus yang ditunggu tak kunjung tiba. Tanpa berpikir panjang kualihkan pilihanku pada ojek online, tak lama kemudian driver tiba " Pak, minta tolong agak ngebut ya, saya buru-buru mau ada wawancara di Jakarta", requestku bersama dengan kepanikan yang sahut-menyahut saat itu. Sepanjang koridor stasiun tak henti-hentinya kubersholawat, berharap krl tak meninggalkan kami walau akan ada krl selanjutnya, tapi dapat kupastikan aku akan telat bila harus menaiki krl berikutnya. "Nai, ada dua krl yang mau berangkat jam 8.10 sama 8.15 tapi yang 8.10 kayaknya udah penuh deh", opsi yang coba ia berikan padaku. " Oke kita naik yang kedua", kali ini aku mencoba menentukan pilihan.       Nafasku yang masih senin-kamis me...

Musim Gugur Di Pajajaran

Gambar
  M enuju pergantian tahun suhu udara Bogor sedang dingin-dinginnya. Hujan yang biasanya hanya turun di sore hari kini sejak pagi sudah ramai-ramai turun menghipnotis setiap insan untuk kembali menarik selimutnya. Tak terkecuali aku. Hari itu aku hanya berencana untuk mencuci baju lalu melanjutkan membaca buku yang kubeli sedari Juni, hingga kudengar berita bahwa seorang teman akan pulang ke rumahnya di Cianjur. “Boleh gak aku ikut ke Cianjur? pingin main ke rumah kamu”, begitu celetukku pagi itu. Gayung bersambut, hari itu aku turut serta ke rumah teman tersebut. Sepanjang perjalanan gerimis sesekali menyapa kami. Hari itu Bogor nampaknya sedikit mengurangi rutinitas hariannya, macet. Jalanan cukup lengang hanya di beberapa titik saja kemacetan terjadi. Jalan Pajajaran Kota Bogor Sesampainya di Jalan Pajajaran kotak imajinasiku terpantik. Daun-daun yang berjatuhan di sepanjang jalan itu mengingatkanku pada kondisi musim gugur yang pernah kubaca di novel ataupun tayangan yang k...

Hujan Kisah di Kota Hujan

Gambar
B ogor, kota dengan sebutan kota hujan nyatanya memang benar adanya kota ini menyuguhkan hujan setiap jamnya, tapi taukah kalian hujan tak hanya turun diluar ruangan, ada satu hujan yang tak kutemukan dimanapun, hujan dalam kalbu. Terdengar klise, macam novel dengan cerita patah hati namun nyatanya aku rasakan sendiri.  Niat awal ingin menuntut ilmu di Surabaya atau Yogyakarta aku malah terlempar jauh ke barat lalu terdamparlah di Bogor. Cukup asing memang kota ini untukku, yang aku tahu sebatas Jakarta dan Bandung. Bogor yang aku tahu adalah Kebun Raya  dan banjirnya yang selalu ia kirimkan untuk Jakarta, aku tak pernah membayangkan ada Istana Kepresidenan disini juga tempat-tempat ikonik seperti Gerbang Surya Kencana ataupun Gunung Salak yang gagah dan Pangrango yang penuh edelweis. Source:  Photo by Arya Ferrari on Unsplash      2017 aku memulai berkenalan dengan kota ini. Berawal dari aku yang mengikuti ujian masuk ke IPB dan diterima, akhirnya masa ku...

Cerita Dalam Sepiring Pecel Lele

Gambar
Hari itu terasa cukup melegakan karena memang tujuan hangout saat itu untuk melenturkan pikiran-pikiran berat selama 6 hari. Skripsi yang tak kunjung mendapat acc, satu bulan yang terasa terbuang sia-sia, kiriman menipis, dan banyak topik tak perlu lainnya yang berseliweran di langit-langit pikiran. Bermukim di dalam kamar kosan terasa begitu menjenuhkan. Dan dengan ide seorang kawan akhirnya aku keluar dengan niat untuk refreshing , dari sinilah cerita itu berawal. Aku adalah seseorang yang cukup sulit untuk memulai perkenalan, bila memang harus memulainya hal yang sering aku lakukan adalah tidak memperkenalkan nama ataupun bertanya nama pada orang baru tersebut. Bukan tanpa alasan, hal itu kulakukan agar nanti setelah kami berpisah tidak ada kesan yang tertinggal. Namun kali ini berbeda. Aku harus memulai percakapan lebih dahulu karena temanku (sepertinya) mengira aku mudah untuk memulai percakapan dengan orang baru. Kuawali komunikasi melalui akun media sosial instagram. Be...

Jumpa Tanpa Tatap

Gambar
Tahun ini tak terasa telah memasuki bulan 11.  Awal bulan disambut dengan gerimis tipis-tipis sedari subuh, apakah ini pertanda bulan ini akan menjadi salah satu bulan basah ditahun ini? entahlah musim telah sulit diprediksi. Pagi ini aku bangun agak kesiangan. Suhu yang cukup dingin membuatku ingin bermalas-malasan dibalik selimut namun tak lama suara notifikasi HP ku berbunyi, notifikasi whatsapp (WA) ternyata. “Selamat pagi, apakah bisa ke IICC lagi? Saya ingin membereskan paper”, begitu tepatnya pesan di buble chat yang dikirim pada pukul 05.56 WIB. Menghela napas panjang aku segera beranjak dari tempat tidur, mengambil handuk dan menyegerakan untuk mandi. Pukul 07.45 motor melaju membelah jalanan Dramaga. Seperti biasa bukan Bogor namanya kalau tidak macet, untuk sedikit terhindar dari rutinitas Bogor tersebut kami memilih jalur di Jalan Baru untuk menuju Laladon. Sesampainya di Laladon menuju Gunung Batu aku berdoa semoga sebelum pukul 08.30 kami telah tiba di Kampus IPB Bara...