Postingan

Menampilkan postingan dengan label Arsip

Dia Dalam Ingatan

Gambar
Siang itu koridor depan kelas ku begitu ramai, hiruk pikuk siswa berlalu lalang melewatinya, wajar saja banyak siswa yang sibuk menyelesaikan tugas dari guru maupun menyelesaikan administrasi sekolah. Siang yang cukup panas membuat banyak anak memilih untuk berada diluar kelas. Bulan ramadhan yang akan segera berakhir membuat kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif. Sebab, hawa lebaran mulai merasuki setiap insan. Aku yang sedari tadi berdiri di depan pintu hanya diam dan memperhatikan langkah kaki dari mereka, dari terburu-buru hingga mereka yang dengan santainya berjalan tanpa beban. Hingga suatu keanehan tampak dari ujung koridor. Seorang dengan tubuh besar berjalan menuju arahku, sambil membawa kardus besar langkahnya nampak begitu lebar, semakin dekat dan dekat ternyata ia sangat tinggi. “Pak ini sisa kue di kelas saya, gak laku” , katanya pada guru yang sedang berjaga di ruang piket. Tubuhnya yang besar membuat orang-orang disekitarnya terlihat kecil, tak terkecuali ...

Lingkaran Takdir

Gambar
  “Jalan untuk menghindari takdir adalah jalan menuju takdir”  -Sujiwo Tedjo-      Begitulah kutipan yang dikatakan seorang seniman saat diwawancara pada sebuah acara. Perlahan aku resapi, unik sekali proses dalam kehidupan. Tidak seteknis yang dibayangkan sebelumnya. Hidup kadang kidding, hidup kadang sebecanda itu. Manusia saja yang terlalu serius memainkan sandiwaranya. Menghindari bahkan menolak sesuatu yang memang telah digariskan hanyalah sebuah kesia-siaan. Ibarat seseorang di dalam hutan, ia hanya berputar dan pada akhirnya bertemu pohon yang sama. Apakah selamanya akan tersesat? , tidak bagi mereka yang mau mencari jalan pulang. Menyelesaikan yang tertulis, menjalani hingga selesai, mengikuti proses yang dimau oleh semesta. Semesta tak berjanji semua akan berjalan cepat atau lambat tapi ia hanya buktikan bahwa semua pasti terjadi sesuai dengan ritme dan semestinya. Jalan yang telah terbentang membawa masa nya sendiri. Jatah, wayah, wadah, setiap man...

Jakarta Hari Ini: Dalam Sepiring Pecel Lele 2

Gambar
  J akarta, 26 Januari 2023      Gerimis kecil mulai merundung Dramaga di pagi buta. Aku telah bergegas bersiap menuju stasiun. Angkot melaju membelah jalanan Dramaga yang hari itu sedang malas untuk bermacet ria namun sialnya sampai di terminal, bus yang ditunggu tak kunjung tiba. Tanpa berpikir panjang kualihkan pilihanku pada ojek online, tak lama kemudian driver tiba " Pak, minta tolong agak ngebut ya, saya buru-buru mau ada wawancara di Jakarta", requestku bersama dengan kepanikan yang sahut-menyahut saat itu. Sepanjang koridor stasiun tak henti-hentinya kubersholawat, berharap krl tak meninggalkan kami walau akan ada krl selanjutnya, tapi dapat kupastikan aku akan telat bila harus menaiki krl berikutnya. "Nai, ada dua krl yang mau berangkat jam 8.10 sama 8.15 tapi yang 8.10 kayaknya udah penuh deh", opsi yang coba ia berikan padaku. " Oke kita naik yang kedua", kali ini aku mencoba menentukan pilihan.       Nafasku yang masih senin-kamis me...

Penghujung Februari

Gambar
Detik kini telah menjadi menit, menit mengumpul menjadi jam, lalu jam mengerucut menjadi hari, hari tak lelah merajut menjadi bulan dan bulan menyatu menjadi tahun begitu seterusnya. Tak terasa tahun-tahun hampir menjadi kenangan, mengapa kenangan? karena sebuah pertemuan yang telah berjalan sekian lama hampir menemui pisahnya. Kurasa semua memiliki masanya sendiri-sendiri, dan semua kata yang terangkai menjadi paragraf pun tak akan sanggup melukiskan setiap waktu yang telah terlewati, entah terlewati dengan tawa ataupun yang terlewati dengan tangis. Biarkan semua berjalan dengan seharusnya, jangan paksa dengan keinginan yang tak seharusnya.  Sumber: Dokumen penulis Bila masa pertemuan itu harus digantikan oleh perpisahan biarkan, biarkan itu terjadi. Karena sesungguhnya dari perpisahan itu akan ada pertemuan-pertemuan yang lain lagi. Bila bulan ini telah sampai pada ujungnya biarkan saja, karena akan ada awal bulan yang baru untuk dijalani. 28022017 (Ditulis ketika penulis memasuk...

(Setiap) Hari Ibu

Gambar
  Tulisan ini pertama kali di buat saat momen hari ibu pada 22 Desember 2017. Saat itu ada sebuah kompetisi menulis dari salah satu media ternama dan untuk mencoba peruntungan saya buat tulisan ini. Empat tahun berlalu, meskipun juara tak di dapatkan namun tulisan ini layak di baca khalayak umum. Semoga ada pelajaran yang dapat diambil dari tulisan sederhana ini. Selamat menyusuri aksara-aksara indahnya. Sumber: Dokumen pribadi penulis Bercerita tentang ibu mungkin tak akan ada habisnya, bahkan  berjuta kalimat tak akan mampu menuliskan betapa jasa seorang ibu yang tak  bisa terbalaskan oleh anak-anaknya. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang jembatan begitulah peribahasa berkata. Sebab sebesar apapun usaha kita sebagai anak akan tetap tak akan bisa menggantikan semua perjuangan beliau. Dalam tulisan ini saya akan menceritakan momen dimana saya menemukan arti dan berharganya kasih dan sayang dari seorang ibu yang selalu menemani saya dimanapun saya berada, juga ...