Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kisah Nyata

Hiburan Jadi Keresahan

Gambar
  Tulisan ini lahir dari keresahan, banyaknya kerusakan dan keburukan dari sesuatu yang awalnya diniatkan menjadi hiburan.      Sebagai salah seorang warga Jawa Timur yang tinggal di salah satu kabupaten dengan populasi sound horeg cukup lumayan, ada keresahan tersendiri yang saya rasakan beberapa akhir ini. Hobi yang konon katanya membawa banyak kesenangan dan hiburan ini, kini tak lagi sesuai dengan tujuan awalnya. Musik khasnya yang menggoda siapapun pendengarnya untuk berjoget, semangat jedag-jedugnya yang menghipnotis, kini hanya menyuburkan tarian-tarian erotis yang sangat jauh dari kesopanan juga menimbulkan kerusakan fasilitas umum bahkan properti pribadi. Suara musiknya yang dahulu dapat membangunkan semangat dan bahagia, kini hanya menyisakan keibaan bagi mereka yang kalah dengan ukuran kendaraan-kendaraan pengangkut sound itu. Pembatas-pembatas jalan dan jembatan yang seyogyanya menjadi fasilitas umum yang dibangun dari pajak dibobok paksa demi ego bo...

Dia Dalam Ingatan

Gambar
Siang itu koridor depan kelas ku begitu ramai, hiruk pikuk siswa berlalu lalang melewatinya, wajar saja banyak siswa yang sibuk menyelesaikan tugas dari guru maupun menyelesaikan administrasi sekolah. Siang yang cukup panas membuat banyak anak memilih untuk berada diluar kelas. Bulan ramadhan yang akan segera berakhir membuat kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif. Sebab, hawa lebaran mulai merasuki setiap insan. Aku yang sedari tadi berdiri di depan pintu hanya diam dan memperhatikan langkah kaki dari mereka, dari terburu-buru hingga mereka yang dengan santainya berjalan tanpa beban. Hingga suatu keanehan tampak dari ujung koridor. Seorang dengan tubuh besar berjalan menuju arahku, sambil membawa kardus besar langkahnya nampak begitu lebar, semakin dekat dan dekat ternyata ia sangat tinggi. “Pak ini sisa kue di kelas saya, gak laku” , katanya pada guru yang sedang berjaga di ruang piket. Tubuhnya yang besar membuat orang-orang disekitarnya terlihat kecil, tak terkecuali ...

Kembali Pulang

Gambar
  B ogor, 6 April 2023 Temaram mulai menghiasi langit Dramaga. Gerimis kecil masih setia membasuh debu-debu jalanan sembari menyejukkan setiap jiwa-jiwa yang lelah. Adzan magrib masih menjadi primadona bulan ini. Semua kudapan yang telah siap hanya akan jadi sia-sia bila adzan belum berkumandang. Tak terasa ramadhan tahun ini telah memasuki hari ke-15, itu artinya separuh bulan suci telah kulewati di kota ini (lagi). Rencana mudik yang maju mundur akhirnya terealisasi, walaupun diwarnai banyak drama. Rencana demi mendapatkan harga tiket dibawah lonjakan tarif mudik pun terbersit dipikiranku. Tujuan mudik yang seharusnya Bogor-Tulungagung kini harus diubah menjadi Bogor-Yogyakarta. Selisih harga tiket yang mencolok menjadi faktor utama pengubahan jalur tersebut. Semua skenario tersebut tak akan terwujud tanpa campur tangannya. Dia yang serupa dengan seorang pertapa yang keluar dari persembunyiannya. Semua dimulai pada 20 September 2022. Musim semi yang seharusnya diisi mekarny...

Jakarta Hari Ini: Dalam Sepiring Pecel Lele 2

Gambar
  J akarta, 26 Januari 2023      Gerimis kecil mulai merundung Dramaga di pagi buta. Aku telah bergegas bersiap menuju stasiun. Angkot melaju membelah jalanan Dramaga yang hari itu sedang malas untuk bermacet ria namun sialnya sampai di terminal, bus yang ditunggu tak kunjung tiba. Tanpa berpikir panjang kualihkan pilihanku pada ojek online, tak lama kemudian driver tiba " Pak, minta tolong agak ngebut ya, saya buru-buru mau ada wawancara di Jakarta", requestku bersama dengan kepanikan yang sahut-menyahut saat itu. Sepanjang koridor stasiun tak henti-hentinya kubersholawat, berharap krl tak meninggalkan kami walau akan ada krl selanjutnya, tapi dapat kupastikan aku akan telat bila harus menaiki krl berikutnya. "Nai, ada dua krl yang mau berangkat jam 8.10 sama 8.15 tapi yang 8.10 kayaknya udah penuh deh", opsi yang coba ia berikan padaku. " Oke kita naik yang kedua", kali ini aku mencoba menentukan pilihan.       Nafasku yang masih senin-kamis me...

Cerita Dalam Sepiring Pecel Lele

Gambar
Hari itu terasa cukup melegakan karena memang tujuan hangout saat itu untuk melenturkan pikiran-pikiran berat selama 6 hari. Skripsi yang tak kunjung mendapat acc, satu bulan yang terasa terbuang sia-sia, kiriman menipis, dan banyak topik tak perlu lainnya yang berseliweran di langit-langit pikiran. Bermukim di dalam kamar kosan terasa begitu menjenuhkan. Dan dengan ide seorang kawan akhirnya aku keluar dengan niat untuk refreshing , dari sinilah cerita itu berawal. Aku adalah seseorang yang cukup sulit untuk memulai perkenalan, bila memang harus memulainya hal yang sering aku lakukan adalah tidak memperkenalkan nama ataupun bertanya nama pada orang baru tersebut. Bukan tanpa alasan, hal itu kulakukan agar nanti setelah kami berpisah tidak ada kesan yang tertinggal. Namun kali ini berbeda. Aku harus memulai percakapan lebih dahulu karena temanku (sepertinya) mengira aku mudah untuk memulai percakapan dengan orang baru. Kuawali komunikasi melalui akun media sosial instagram. Be...

Semburat Rindu

Gambar
  Beberapa purnama telah terlewati tanpa “kita”, sebab kini yang ada adalah aku dan kau. Setelah keputusan perih kita ambil pada bulan keenam tahun lalu, rasanya masih menguar di tahun ini. walau aku tak lagi di kota itu begitupun denganmu namun memori tangis itu tak mau luruh bersama hujan di bulan juni. Masih kuingat betul alur memori itu. Dari mulai kefatalan yang kau lakukan, garit-garit luka yang harus aku tanggung, ego yang merajai keputusan-keputusanmu, hingga jalinan kasih yang akhirnya kehilangan denyutnya. Mungkin kita dulu sama-sama tahu pun sama rasa bagaimana akhir mei menuju juni yang cukup kelam itu. Badai pilu yang tak mampu terbendung olehmu dan aku memecah bahtera kita. Hal yang aku pertanyakan, dalam keadaan seperti itu mengapa kau masih saja berpikir akan tetap sampai di tepian?, mengapa kau tak coba perbaiki dulu bahtera baru melanjutkan perjalanan ini?. Pertanyaan yang masih belum menemukan jawabnya, atau mungkin tanpa jawaban itu sudah menjadi jawabnya? “...