Sabtu, 10 Oktober 2026

Musim Mangga

Tahun ini sudah masuk ke bulan Oktober. Apabila iklim berjalan normal maka seharusnya dari akhir September hujan sudah turun. Menurut pemantauan cuaca tahun ini fenomena El Nino sedang berlangsung, sehingga musim kemarau menjadi lebih lama dari biasanya. Hal ini ternyata memengaruhi beberapa hal, salah satunya musim buah.

 

 


Musim kemarau yang panjang membuat tanaman menerima sinar matahari yang lebih banyak untuk bahan fotosintesis. Semakin optimal proses ini berlangsung, semakin banyak gula yang diproduksi dan dialirkan ke dalam buah. Inilah yang membuat buah yang dihasilkan menjadi lebih manis. Contoh mudahnya adalah buah mangga.

Satu tahun yang lalu musim mangga juga berlangsung di bulan Oktober namun itupun tidak berjalan lama. Tidak berselang lama durian dan rambutan menyusul meranumkan diri.

Kualitas buah mangga saat itu lebih berair dan tidak semanis  tahun ini. Bila mengacu sains sederhana diatas maka bisa diambil kesimpulan cuaca yang sedang berlangsung sedikit banyak mengambil peran untuk terbentuknya fruktosa pada buah.

Tahun ini kemarau berjalan agak panjang. Mangga menyimpan banyak gula, sehingga manisnya terasa sampai ke ubun-ubun. Manis, menyegarkan, dan sesekali ada kecut namun tipis sekali.

Nyaris setiap pohon mangga yang saya temui berbuah lebat. Baik yang sengaja ditanam atau yang tumbuh liar. Dari manalagi, podang, hingga harum manis. Semua ramai bergelantungan, melambaikan diri seakan menggoda untuk dipetik.

Sebagai anak kos tentu saja di awal musim mangga ini saya belum bisa membeli karena budgetnya belum sesuai. Keahlian masa kecil dulu untungnya masih melekat. Tidak, saya tidak memanjat pohon lalu mengambil tanpa izin ya. Keahlian ini sedikit berubah. Saya jadi pengumpul mangga yang jatuh karena terlalu matang. Tentu hasil yang didapat tak selalu layak dimakan; bila beruntung maka hanya benjut sedikit tapi yang tidak layak makan biasanya sudah terkontaminasi ulat dari lalat buah.

Bulan oktober sudah masuk ke pertengahan. Pasokan mangga sudah melimpah di pasar. Tentu sesuai hukum ekonomi pasokan yang melimpah akan membuat harga menjadi turun. Hari ini saya bisa membeli mangga di marketplace. Buahnya ranum, cantik, dan jauh dari benjut atau ulat. Meskipun satu kilo isi 5piece hal itu sudah membuat saya senang. Sebab dengan gaji yang imut itu, saya bisa membeli makanan yang terbilang sedikit belum terjangkau di negeri ini, yaitu buah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dia Akad Kemarin

       Barangkali sebagian besar orang menganggap mimpi adalah sekadar bunga tidur tapi bagaimana jika itu adalah sebuah firasat?      Beber...