Tahun ini
sudah masuk ke bulan Oktober. Apabila iklim berjalan normal maka seharusnya
dari akhir September hujan sudah turun. Menurut pemantauan cuaca tahun ini
fenomena El Nino sedang berlangsung, sehingga musim kemarau menjadi lebih
lama dari biasanya. Hal ini ternyata memengaruhi beberapa hal, salah satunya
musim buah.
Musim kemarau
yang panjang membuat tanaman menerima sinar matahari yang lebih banyak untuk bahan fotosintesis. Semakin optimal proses ini berlangsung,
semakin banyak gula yang diproduksi dan dialirkan ke dalam buah. Inilah yang
membuat buah yang dihasilkan menjadi lebih manis. Contoh mudahnya adalah buah mangga.
Satu tahun
yang lalu musim mangga juga berlangsung di bulan Oktober namun itupun tidak
berjalan lama. Tidak berselang lama durian dan rambutan menyusul meranumkan
diri.
Kualitas buah mangga
saat itu lebih berair dan tidak semanis tahun ini. Bila mengacu sains
sederhana diatas maka bisa diambil kesimpulan cuaca yang sedang berlangsung
sedikit banyak mengambil peran untuk terbentuknya fruktosa pada buah.
Tahun
ini kemarau berjalan agak panjang. Mangga menyimpan banyak gula, sehingga
manisnya terasa sampai ke ubun-ubun. Manis, menyegarkan, dan sesekali ada kecut
namun tipis sekali.
Nyaris setiap
pohon mangga yang saya temui berbuah lebat. Baik yang sengaja ditanam atau yang
tumbuh liar. Dari manalagi, podang, hingga harum manis. Semua ramai
bergelantungan, melambaikan diri seakan menggoda untuk dipetik.
Sebagai anak
kos tentu saja di awal musim mangga ini saya belum bisa membeli karena
budgetnya belum sesuai. Keahlian masa kecil dulu untungnya masih melekat. Tidak,
saya tidak memanjat pohon lalu mengambil tanpa izin ya. Keahlian ini sedikit
berubah. Saya jadi pengumpul mangga yang jatuh karena terlalu matang. Tentu hasil
yang didapat tak selalu layak dimakan; bila beruntung maka hanya benjut sedikit tapi yang tidak layak
makan biasanya sudah terkontaminasi ulat dari lalat buah.
Bulan oktober
sudah masuk ke pertengahan. Pasokan mangga sudah melimpah di pasar. Tentu sesuai
hukum ekonomi pasokan yang melimpah akan membuat harga menjadi turun. Hari ini
saya bisa membeli mangga di marketplace. Buahnya ranum, cantik, dan jauh dari benjut atau ulat. Meskipun satu kilo isi
5piece hal itu sudah membuat saya senang. Sebab dengan gaji yang imut itu,
saya bisa membeli makanan yang terbilang sedikit belum terjangkau di negeri
ini, yaitu buah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar