Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Bibit, Bebet, Bobot

Gambar
  S ore ini cuaca Nampak mendung. Gerimis kecil mulai turun. Meningkatkan melatonin dalam tubuh meski tak sebanyak ketika hujan deras yang bertandang. Dari luar terdengar perbincangan beberapa orang. Walaupun tak jelas siapa yang sedang menjadi topik pembicaraan. Sepertinya obrolan disana membawa beberapa percik emosi dari nada yang terdengar. Serupa kilat kecil yang nyaris menyambar pucuk pohon. “dek, pilih pasangan yang bener-bener. Kenali bibit, bebet, bobotnya. Jangan Cuma pelajari personalnya. Budaya keluarganya juga” “ha? Kenapa?” Rupanya potongan podcast yang terdengar beberapa jam yang lalu bertemakan rumah tangga. Panjang kali lebar dan kali tinggi. Semua yang dibicarakan, diceritakan ulang oleh ia si sulung padaku. Entah dengan bumbu tambahan atau rasa original. Namun aku mulai membaca kekhawatirannya disana. Ia ceritakan bagaimana perjalanannya dahulu sebelum memutuskan naik pelaminan. Tentang cara ia mempelajari kebiasaan keluarga calonnya dan segala nilai h...

Bagaimana Bila Nanti............

Gambar
    “Siapapun nanti yang menjadi pasangan hidupku, semoga keluarganya juga menerima dan menyayangiku sepenuh hati”   D alam kehidupan, manusia berkembang seiring berjalannya waktu. Bersamaan dengan itu lingkungan juga berubah dan orang-orang disekitar mulai menua. Setiap masa memiliki ciri khasnya masing-masing. Seperti masa kanak-kanak yang penuh dengan waktu bermain. Masa remaja yang mulai mengenal ketertarikan lawan jenis. Masa dewasa yang penuh dengan tuntutan kehidupan dan nanti yang akan mulai berjalan pelan dimasa senja. Beberapa peristiwa menandai masa tumbuh manusia. Salah satunya adalah momen pernikahan. Peristiwa membangun institusi baru dalam kehidupan. Melibatkan dua pribadi dari latar belakang pengasuhan berbeda. Bahkan momen ini disimbolkan lahirnya kehidupan baru bagi sebagian orang. Bersatunya dua insan untuk tak sekadar tinggal seatap tapi juga hidup bersama. Photo by Irina Iriser: https://www.pexels.com/photo/wedding-rings-916344/ Menjadi pere...

Tak Apa-Apa

Gambar
          A da banyak cara Tuhan mengabulkan doa hamba-Nya.  Barangkali salah satu jawaban dari doa itu adalah saat Dia menggagalkan rencana yang telah lama tersusun. Bahkan jauh sebelum waktu kepastinya ada. Dan yang dibayangkan akhirnya tinggalah bayangan. Ketika ia dengan gagahnya mengenakan toga.           21 September 2024, di Yogyakarta sidang terbuka itu berlangsung. Momen dalam hidupnya yang tak bisa aku hadiri untuk "kesekian kalinya". Rencana yang selalu aku bawa dalam doa-doa, nyatanya hanya angan saja. Berharap Tuhan meng-iyakan. Tapi Dia punya maksud baikNya untukku. Sedih, kecewa, dan marah. Begitulah ketika belum memahami nilai dibaliknya. Sampailah pada satu kesempatan aku memahami maksudnya.           Tidakkah akan memilukan bila hari itu aku datang menemuinya di Graha Jendral Sudirman. Sepi barangkali yang hadir diantara mereka yang gempa gempita. Mungkin keramaian itu hany...