Postingan

Jakarta Hari Ini: Dalam Sepiring Pecel Lele 2

Gambar
  J akarta, 26 Januari 2023      Gerimis kecil mulai merundung Dramaga di pagi buta. Aku telah bergegas bersiap menuju stasiun. Angkot melaju membelah jalanan Dramaga yang hari itu sedang malas untuk bermacet ria namun sialnya sampai di terminal, bus yang ditunggu tak kunjung tiba. Tanpa berpikir panjang kualihkan pilihanku pada ojek online, tak lama kemudian driver tiba " Pak, minta tolong agak ngebut ya, saya buru-buru mau ada wawancara di Jakarta", requestku bersama dengan kepanikan yang sahut-menyahut saat itu. Sepanjang koridor stasiun tak henti-hentinya kubersholawat, berharap krl tak meninggalkan kami walau akan ada krl selanjutnya, tapi dapat kupastikan aku akan telat bila harus menaiki krl berikutnya. "Nai, ada dua krl yang mau berangkat jam 8.10 sama 8.15 tapi yang 8.10 kayaknya udah penuh deh", opsi yang coba ia berikan padaku. " Oke kita naik yang kedua", kali ini aku mencoba menentukan pilihan.       Nafasku yang masih senin-kamis me...

Musim Gugur Di Pajajaran

Gambar
  M enuju pergantian tahun suhu udara Bogor sedang dingin-dinginnya. Hujan yang biasanya hanya turun di sore hari kini sejak pagi sudah ramai-ramai turun menghipnotis setiap insan untuk kembali menarik selimutnya. Tak terkecuali aku. Hari itu aku hanya berencana untuk mencuci baju lalu melanjutkan membaca buku yang kubeli sedari Juni, hingga kudengar berita bahwa seorang teman akan pulang ke rumahnya di Cianjur. “Boleh gak aku ikut ke Cianjur? pingin main ke rumah kamu”, begitu celetukku pagi itu. Gayung bersambut, hari itu aku turut serta ke rumah teman tersebut. Sepanjang perjalanan gerimis sesekali menyapa kami. Hari itu Bogor nampaknya sedikit mengurangi rutinitas hariannya, macet. Jalanan cukup lengang hanya di beberapa titik saja kemacetan terjadi. Jalan Pajajaran Kota Bogor Sesampainya di Jalan Pajajaran kotak imajinasiku terpantik. Daun-daun yang berjatuhan di sepanjang jalan itu mengingatkanku pada kondisi musim gugur yang pernah kubaca di novel ataupun tayangan yang k...

Hujan Kisah di Kota Hujan

Gambar
B ogor, kota dengan sebutan kota hujan nyatanya memang benar adanya kota ini menyuguhkan hujan setiap jamnya, tapi taukah kalian hujan tak hanya turun diluar ruangan, ada satu hujan yang tak kutemukan dimanapun, hujan dalam kalbu. Terdengar klise, macam novel dengan cerita patah hati namun nyatanya aku rasakan sendiri.  Niat awal ingin menuntut ilmu di Surabaya atau Yogyakarta aku malah terlempar jauh ke barat lalu terdamparlah di Bogor. Cukup asing memang kota ini untukku, yang aku tahu sebatas Jakarta dan Bandung. Bogor yang aku tahu adalah Kebun Raya  dan banjirnya yang selalu ia kirimkan untuk Jakarta, aku tak pernah membayangkan ada Istana Kepresidenan disini juga tempat-tempat ikonik seperti Gerbang Surya Kencana ataupun Gunung Salak yang gagah dan Pangrango yang penuh edelweis. Source:  Photo by Arya Ferrari on Unsplash      2017 aku memulai berkenalan dengan kota ini. Berawal dari aku yang mengikuti ujian masuk ke IPB dan diterima, akhirnya masa ku...

Cerita Dalam Sepiring Pecel Lele

Gambar
Hari itu terasa cukup melegakan karena memang tujuan hangout saat itu untuk melenturkan pikiran-pikiran berat selama 6 hari. Skripsi yang tak kunjung mendapat acc, satu bulan yang terasa terbuang sia-sia, kiriman menipis, dan banyak topik tak perlu lainnya yang berseliweran di langit-langit pikiran. Bermukim di dalam kamar kosan terasa begitu menjenuhkan. Dan dengan ide seorang kawan akhirnya aku keluar dengan niat untuk refreshing , dari sinilah cerita itu berawal. Aku adalah seseorang yang cukup sulit untuk memulai perkenalan, bila memang harus memulainya hal yang sering aku lakukan adalah tidak memperkenalkan nama ataupun bertanya nama pada orang baru tersebut. Bukan tanpa alasan, hal itu kulakukan agar nanti setelah kami berpisah tidak ada kesan yang tertinggal. Namun kali ini berbeda. Aku harus memulai percakapan lebih dahulu karena temanku (sepertinya) mengira aku mudah untuk memulai percakapan dengan orang baru. Kuawali komunikasi melalui akun media sosial instagram. Be...

Jumpa Tanpa Tatap

Gambar
Tahun ini tak terasa telah memasuki bulan 11.  Awal bulan disambut dengan gerimis tipis-tipis sedari subuh, apakah ini pertanda bulan ini akan menjadi salah satu bulan basah ditahun ini? entahlah musim telah sulit diprediksi. Pagi ini aku bangun agak kesiangan. Suhu yang cukup dingin membuatku ingin bermalas-malasan dibalik selimut namun tak lama suara notifikasi HP ku berbunyi, notifikasi whatsapp (WA) ternyata. “Selamat pagi, apakah bisa ke IICC lagi? Saya ingin membereskan paper”, begitu tepatnya pesan di buble chat yang dikirim pada pukul 05.56 WIB. Menghela napas panjang aku segera beranjak dari tempat tidur, mengambil handuk dan menyegerakan untuk mandi. Pukul 07.45 motor melaju membelah jalanan Dramaga. Seperti biasa bukan Bogor namanya kalau tidak macet, untuk sedikit terhindar dari rutinitas Bogor tersebut kami memilih jalur di Jalan Baru untuk menuju Laladon. Sesampainya di Laladon menuju Gunung Batu aku berdoa semoga sebelum pukul 08.30 kami telah tiba di Kampus IPB Bara...

Semburat Rindu

Gambar
  Beberapa purnama telah terlewati tanpa “kita”, sebab kini yang ada adalah aku dan kau. Setelah keputusan perih kita ambil pada bulan keenam tahun lalu, rasanya masih menguar di tahun ini. walau aku tak lagi di kota itu begitupun denganmu namun memori tangis itu tak mau luruh bersama hujan di bulan juni. Masih kuingat betul alur memori itu. Dari mulai kefatalan yang kau lakukan, garit-garit luka yang harus aku tanggung, ego yang merajai keputusan-keputusanmu, hingga jalinan kasih yang akhirnya kehilangan denyutnya. Mungkin kita dulu sama-sama tahu pun sama rasa bagaimana akhir mei menuju juni yang cukup kelam itu. Badai pilu yang tak mampu terbendung olehmu dan aku memecah bahtera kita. Hal yang aku pertanyakan, dalam keadaan seperti itu mengapa kau masih saja berpikir akan tetap sampai di tepian?, mengapa kau tak coba perbaiki dulu bahtera baru melanjutkan perjalanan ini?. Pertanyaan yang masih belum menemukan jawabnya, atau mungkin tanpa jawaban itu sudah menjadi jawabnya? “...

Sakit

Gambar
Source : Dokumen Penulis   Sebait luka yang menganga Membuat perih jiwa Melukai sekeping hati Yang hancur berkeping-keping   Sendiri Ya aku sendiri Berdiri ditengah sepi Menangis di teluk perih   Sakit berkali-kali Rasanya benar sakit Kata-kata yang manis legit Namun beracun pahit   Coba kau rasakan Apa kau kuat? Coba kau gantikan Apa kau bisa?