Postingan

ESPRESSO VANILA

Gambar
  Sumber: Pixabay Pada pekat malam Terseduh hangat sebuah perbincangan Dua anak manusia Berbagi suka duka dunia Lalu Lalang jalanan Kendaraan bergantian Pedagang menjajakan dagangan Sesekali mengalihkan pandangan   Hati yang saling rindu Kalbu menunggu temu Raga menanti peluk Jiwa haus cumbu Pintu toko Ubin trotoar Lampu perempatan Pohon peneduh jalan Tak lupa abadikan   Legit cokelat hangat Manis alunan vanilla Samarkan pahit espresso Malam Panjang Selalu menanti kedatangannya Tuan dan puan Melanjutkan pertemuan Menyemaikan kerinduan Tulungagung, 16 Agustus 2020 oleh: Naimas Ayu

"Had"

Gambar
Teruntuk sahabat yang telah dipertemukan denganku, sedikit ungkapan dariku yang tak pandai menyampaikan keinginan, maksud, dan menjelaskan sesuatu. Bacalah dengan sepenuh hati, karena ia tak bisa dimengerti dengan logika. Terima kasih telah sudi menjadi sahabatku, sahabat sejati dalam segala kondisi.....                                           Sumber: Pixabay " HAD " Oleh: Naimas Ayu Dari daun jendela kulihat mu Melewati lamunanku saat ia beradu dengan sendu Lewat gawang pintu Aku menunggumu Berjalan dari ujung lorong bersama diammu Kunanti, kucari, tak mau melewati Walau hanya sedetik Dirimu yang selalu kutunggu Mengharap dengar kau menyapa Namun nihil kurasa Lalu kumengadu saja Tuhan bolehkan dia di kelas ini Kuingin mengenalnya Sungguh siapakah gerangan ? Tak sama, ia berbeda Sangat berbeda

Kau dan Jogja

Gambar
Kau dan Jogja     Malam ini ingin rasanya tanganku menuliskan hal tentangmu, kau yang kini berada jauh dari pandangan, jauh dari sentuhan, dan jauh dari pelukan. Kakimu yang kau langkahkan, menjauhi kampung halaman, berkelana demi sebuah pengalaman. Entah nantinya disana kau betah atau malah lelah dengan semua hal baru yang harus kau selesaikan sendiri, semoga Tuhan tetap menabahkan hatimu.    Kita yang hampir enam puluh hari lamanya tak bertatap muka, tak bersua, hening tanpa suara, kini mulai terbiasa dengan keadaan. Keadaan yang mau tak mau memisahkan ragamu dan ragaku. Keadaan yang kadang kurang menguntungkan untuk kita, namun inilah pilihan sepasang manusia. Manusia yang banyak berimajinasi tentang bahagianya hidup di kota orang.    Mungkin semua ini hanya soal jarak, ruang, dan waktu. Sesuatu yang tak nampak, namun begitu terasa ketika dirasa. Aku tau jarak ini membentang berkilo-kilo meter jauhnya, bahkan pak pos saja enggan untuk sekedar menyamp...
Story Blog Tour. Chapter 3 - Perbincangan di Kafe Banyak asumsi muncul setelah apa yang dilihat darma itu menjadi bahan obrolan hangat di kafe hari itu. Sepertinya suatu hal besar akan terjadi disekolah mereka, begitu terka Wanda sambil menyeruput coklat hangatnya. "Mau ada apa lagi sih? masalah yang dulu aja belum kelar udah ada masalah lagi" sahut Bayu dengan kesalnya. "Eh jangan suudzon dulu deh kenapa kita gak nelusuri aja alur masalahnya, siapa tau kita bisa bantu nyelesain" jawab Hadyan dengan bijaknya. "Ya kalo aku setuju sama idenya Hady, tumben banget dapat wangsit darimana bray?" sahut Darma sembari menepuk pundak Hadyan. Dan pertemuan mereka hari itu menghasilkan sebuah rencana untuk menelusuri hal misterius yang Darma lihat di sekolah beberapa jam tadi, rencana kali ini Hadyan yang memimpin. Begitu semua alur rencana selasai dirembugkan mereka pun keluar dari kafe itu dengan mimik wajah serupa detektif dalam komik Detectif Conan maupun da...
Gambar
MALAM Gelap,sunyi,sepi Gambaran khalayak ramai tentang mu Dingin mungkin seperti itu rasanya Tatkala dirimu menampakkan diri Malam Aku minta satu permintaan Aku minta satu keinginan Hilangkan dia dari anganku Hapus dia dari hatiku Bawa dia pergi dari hidupku Cukuplah semuanya Cukuplah luka-luka yang ada Selesai semua cerita-cerita Malam Hibur aku dengan langit mu Buatlah aku tersenyum dengan bintang-bintang Sampaikan padanya,ku bahagia sekarang
Penantian langit malam nan sendu kau seret aku dalam haru haru biru kerinduan terdalam kerinduan nan kelam         pujangga kemana rimbanya        kalimat indah mulai menyapa         pengembara kemana perginya         adinda mulai resah ingatkah kanda padaku meski laut mulai membisu masihkah kanda mengasihi meski langit tak lagi putih         Semoga cukup sebutir doa         Tuk sampaikan kasih sayang         Tuk memeluk adi kanda terkasih         Tuk lepaskan rindu yang mulai perih By:NAY

Penantian di ujung senja

Gambar
senja itu masih disini temaram itu masih menemani cakrawala merah menjemput mentari menuju singgasana awan berlomba berarak menuju barat sana jejak mu masih tertinggal senyumanmu masih tertinggal perpisahan itu masih terkenang diingatan lambaian mu masih menghiasi angan-angan kini ku berdiri disini menanti menanti kedatangan pujaan hati ku masih ingat janji mu janji yang begitu semu mungkinkah kau masih ingat padaku seseorang yang selalu terpaku terpaku dengan semua kata-kata mu kata yang selalu kau katakan tanpa jemu hai pengembara pulanglah sudah cukup aku menantimu hingga lelah cukup sudah kesepian menderaku kini rindu telah datang untuk meminta pelukmu      karya: NAIMAS AYU